Oke, langsung saja saya akan sedikit bercerita tentang kejadian atau perihal
yang menurut saya sih lucu, tergantung perspektif dan kondisi jiwa si pemirsa
tentunya. Kebetulan di hari jumat kemarin tepatnya tanggal 11 Desember 2020,
seperti biasa karena saya seorang muslim, maka saya menjalankan kewajiban sholat
jumat di salah satu masjid deket tempat saya bekerja. Setelah khotib selesai
berkhutbah, dan selesai Iqomah, maka dimulailah sang Imam mengawali sholat, dan
diikuti semua makmum termasuk saya. Karena kebetulan saya datang nya ke masjid
agak belakangan, maka saya dapat shof nomor 2 dari belakang. dan di barisan saya
berdiri ada 3 anak kecil yang tetap seperti jaman saya masih kecil mengenai kelakuan
nya saat sholat. seperti masih ngobrol saat sholat sudah dimulai walaupun hal seperti ini
sebenernya tidak boleh dilakukan, kecuali anak kecil yang memang baru belajar
sholat. Hal yang membuat saya terganggu adalah ketika salah satu dari mereka
mulai ada yang berbicara " anjaaiiiii, keren banget " lalu yg satu menimpali nya
dengan "anjaiii,, iya keren banget,, bungkusnya kecil dari plastik tapi gede pas dibuka jadi lebar. Sebenernya saya belum begitu paham arah pembicaraan mereka, karena saya hanya berfikir bahwa obrolan anak kecil yang ngga mungkin
ada hubungan nya dengan saya kan, akan tetapi semua sedikit terbuka tabirnya,
manakala si anak ketiga berbicara "Anjaiiii.. ada jam nya juga..." mendadak mata
saya melihat suatu benda memang mirip jam tangan, dan bagi sebagian banyak anak
pasti belum pernah mengetahuinya.
Dan terjawab sudah inti obrolan dari anak anak tersebut yang sejujurnya telah membuyarkan kekhusukan sholat saya, ternyata mereka bicarakan adalah sajadah yang saya pakai, ya, sajadah pocket yang diluar bungkus nya terdapat kompas yang ditempel dan mereka anggap itu adalah jam penunjuk waktu, bukan kompas penunjuk arah.
Setelah selesai kami sholat, saya panggil si anak ketiga tadi yang berada dibarisan paling jauh. Sekalian saya jelaskan bahwa bulatan yang mirip jam ini (sambil menunjukkan kompasnya) adalah penunjuk arah ya dek. Dan mereka secara instan berceloteh saling menyalahkan diantaranya dengan " elu, makanya jangan sok tau" " eh elu juga.." "elu..." Dan sampai mereka pergi menjauh tinggal samar suara dengan penuh gelak tawa mereka.
Sekian cerita Jumat saya, semoga menjadi sumber tambahan untuk tertawa sewajarnya.
Terimaksih,, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
